Senin, 30 Januari 2017

Contoh Laporan Pengamatan/Observasi (Observasi ICMS)

Observasi ICMS 16/11/2015

Insan Cendekia Magnet School (ICMS Magnet School) adalah sekolah boarding yang berada diatas tanah kampus Al-Abi International Boarding School yang disewa oleh Institut Cendekiawan Muslim. Kampus ini berada diatas tanah Tenjolaya, di kampung Pasir Ipis, Gunung Mulya. Hal yang pertama kita lihat saat memasuki kampus Al-Abi adalah gerbang yang cukup untuk dilewati 1 mobil. Gerbang ini terletak disebelah timur kampus. Tepat di sebelah kanan gerbang adalah pos satpam yang difasilitasi oleh televisi yang berfungsi dengan baik. Setelah memasuki gerbang, disebelah kiri gerbang adalah rumah klinik Al-Abi. Lalu di sebelah kiri klinik adalah rumah OB dan rumah “Biru Laut”, tempat tinggal beberapa guru yang mengajar di ICMS. Di utara kampus Al-Abi adalah kuburan keluarga. Disebelah barat kuburan adalah kelas tempat siswa-siswi ICMS melakukan kegiatan belajar mengajar. Di ICMS ada 5 kelas yang terpisah yang menampung 82 peserta didik, yaitu kelas 7, kelas 8, kelas 10, kelas 11 IPA, dan kelas 11 IPS. Disebelah selatan kompleks kelas adalah jejeran bangunan yang terdiri atas Asrama Putri, yang diikuti oleh Asrama Putra, dan diikuti lagi oleh kantor. Ketiga bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama asrama putra adalah tempat tidur peserta didik tingkat SMP kelas 7, sedangkan lantai kedua asrama putra adalah tempat tinggal peserta didik tingkat SMP kelas 8 serta pelajar SMA kelas 10. Gedung kantor ICMS lantai pertama terdiri dari berbagai ruangan, yaitu ruang Tata Usaha, Ruang BK, Ruang UKS Putra/i, serta ruang server. Di lantai kedua kantor adalah tempat ruang guru yang menampung kegiatan sehari-hari 18 guru diluar kegiatan mengajar. Dibelakang Asrama Putra adalah dapur yang menghadap ke timur, tempat Koki ICMS memasak makanan sehari hari, dapur ini terdiri dari 2 ruangan yang dipisahkan, ruang memasak, serta ruang mencuci, disebelah kanan dapur terdapat 6 tempat siswa putra mencuci piring bekas konsumsi masing-masing siswa. Siswa/siswi ICMS mengonsumsi makan 3 kali sehari ditempat yang berbeda, siswa ICMS menikmati makannya di Aula Makan yang terletak di sebelah kanan Kantor, sedangkan siswa siswi ICMS makan di saung putri, sekitar 20m disebelah selatan Aula makan putra. Di depan saung putri adalah Asrama Siswa kelas 11 yang dipisah menjadi 2 Asrama, masing masing menampung sekitar 8 orang. Di sebelah selatan asrama kelas 11 adalah jejeran rumah guru-guru serta staf ICMS yang terdiri dari sekitar 7 rumah yang dilengkapi oleh rumah bernuansa Padang milik Hj.Nurbama dan H.Sidi Agamas. Didepan jejeran rumah adalah bangunan baru yang sedang dibangun. Masjid ICMS,yang menjadi pusat ibadah sehari-hari siswa-siswi ICMS yang berada di sebelah timur Lapangan, sebelah timur asrama putra. 

16 November 2015

Contoh Paragraf Naratif Berdasarkan Urutan Waktu dan Tempat

Paragraf Naratif memiliki berbagai pola pengembangannya, diantaranya yaitu berdasarkan waktu dan tempat. Berikut contoh dari masing-masing pola pengembangannya

Menrut Waktu
Setahun yang lalu, saat fajar menyingsing, Ibuku sudah membangunkanku untuk sholat dan bersiap-siap, karena hari itu aku akan melaksanakan tes untuk pendaftaran menjadi peserta didik ICMS tahun ajaran 2015-2016. Pagi hari aku sudah bergegas menuju Bogor untuk menuntaskan orises pendaftaran ICMS. Siang hari aku sudah sampai dan mulai mengerjaka tes tertulis. Ruang tesku diawasi oleh bapak Wahyudin. Tes itu terbagi menjadi dua yaitu tes akademik dan psikotes. Saat adzan zhuhur berkumandang aku dan teman-teman seperjuanganku bergegas ke ruang sholat Wisma Amarilis untuk melaksanakan sholat fardhu zhuhur. Pada jam 12:30 panitia memberiku jatah makan siang. Aku diberi sekitar 1 jam waktu istirahat. Jam 2 siang adalah saatnya aku untuk melanjutkan tes, aku kali ini aku melaksanakan psikotes. Tesnya cukup sulit tetapi aku tetap percaya diri. Saat adzan Ashar berkumandang panitia pun mempersilahkan kita untuk meninggalkan ruang tes dan melaksanakan shalat Ashar.

Menurut Tempat
                4 Tahun yang lalu, saat aku berumur 7 tahun keluargaku mengajakku mengunjungi pantai Zaidan. Aku pertama pergi ke Pelabuhan Raja untuk menunggu kapal pribadi keluargaku. Sesampainya di pelabuhan Raja, ternyata kapal pribadiku sudah siap menunggu. Ternyata akses ke pulau Zaidan cukup sulit, dikarenakan masih sangat terpencilnya pulau Zaidan sehingga belum banyak orang yang tahu, untungnya, nahkoda kapal pribadi keluargaku sangat handal, ia mengetahui seluk beluk kepulauan Husaini. Sesampainya di pusat kepulauan Husaini, aku meminta kepada bapakku untuk beristirahat sejenak. Aku diajak untuk beristirahat sejenak di hotel bintang 5 di pusat Kepulauan Husaini. Aku beristirahat selama 10 menit lalu aku lapar, orangtuaku mengajakku untuk makan daging sapi premium di restoran hotel. Setelah aku kenyang, aku melanjutkan perjalananku ke Pulau Zaidan. Sesampainya di pulau Zaidan aku terkejut oleh keindahan pulaunya. Wow! Pulaunya sangat indah, aku sangat mencintai pulau Zaidan, pantainya berpasir putih, tak tersentuh oleh sampah. Baik sampah barang, maupun sampah masyarakat. Aku ingin sekali tinggal di pulau Zaidan untuk selamanya.

6 November 2015