Menrut Waktu
Setahun yang lalu, saat fajar menyingsing,
Ibuku sudah membangunkanku untuk sholat dan bersiap-siap, karena hari itu aku
akan melaksanakan tes untuk pendaftaran menjadi peserta didik ICMS tahun ajaran
2015-2016. Pagi hari aku sudah bergegas menuju Bogor untuk menuntaskan orises
pendaftaran ICMS. Siang hari aku sudah sampai dan mulai mengerjaka tes
tertulis. Ruang tesku diawasi oleh bapak Wahyudin. Tes itu terbagi menjadi dua
yaitu tes akademik dan psikotes. Saat adzan zhuhur berkumandang aku dan
teman-teman seperjuanganku bergegas ke ruang sholat Wisma Amarilis untuk
melaksanakan sholat fardhu zhuhur. Pada jam 12:30 panitia memberiku jatah makan
siang. Aku diberi sekitar 1 jam waktu istirahat. Jam 2 siang adalah saatnya aku
untuk melanjutkan tes, aku kali ini aku melaksanakan psikotes. Tesnya cukup
sulit tetapi aku tetap percaya diri. Saat adzan Ashar berkumandang panitia pun
mempersilahkan kita untuk meninggalkan ruang tes dan melaksanakan shalat Ashar.
Menurut Tempat
4 Tahun yang lalu, saat aku
berumur 7 tahun keluargaku mengajakku mengunjungi pantai Zaidan. Aku pertama
pergi ke Pelabuhan Raja untuk menunggu kapal pribadi keluargaku. Sesampainya di
pelabuhan Raja, ternyata kapal pribadiku sudah siap menunggu. Ternyata akses ke
pulau Zaidan cukup sulit, dikarenakan masih sangat terpencilnya pulau Zaidan
sehingga belum banyak orang yang tahu, untungnya, nahkoda kapal pribadi
keluargaku sangat handal, ia mengetahui seluk beluk kepulauan Husaini.
Sesampainya di pusat kepulauan Husaini, aku meminta kepada bapakku untuk
beristirahat sejenak. Aku diajak untuk beristirahat sejenak di hotel bintang 5
di pusat Kepulauan Husaini. Aku beristirahat selama 10 menit lalu aku lapar,
orangtuaku mengajakku untuk makan daging sapi premium di restoran hotel. Setelah
aku kenyang, aku melanjutkan perjalananku ke Pulau Zaidan. Sesampainya di pulau
Zaidan aku terkejut oleh keindahan pulaunya. Wow! Pulaunya sangat indah, aku
sangat mencintai pulau Zaidan, pantainya berpasir putih, tak tersentuh oleh
sampah. Baik sampah barang, maupun sampah masyarakat. Aku ingin sekali tinggal
di pulau Zaidan untuk selamanya.
6 November 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar