Senin, 30 Januari 2017

Contoh Paragraf Naratif Berdasarkan Urutan Waktu dan Tempat

Paragraf Naratif memiliki berbagai pola pengembangannya, diantaranya yaitu berdasarkan waktu dan tempat. Berikut contoh dari masing-masing pola pengembangannya

Menrut Waktu
Setahun yang lalu, saat fajar menyingsing, Ibuku sudah membangunkanku untuk sholat dan bersiap-siap, karena hari itu aku akan melaksanakan tes untuk pendaftaran menjadi peserta didik ICMS tahun ajaran 2015-2016. Pagi hari aku sudah bergegas menuju Bogor untuk menuntaskan orises pendaftaran ICMS. Siang hari aku sudah sampai dan mulai mengerjaka tes tertulis. Ruang tesku diawasi oleh bapak Wahyudin. Tes itu terbagi menjadi dua yaitu tes akademik dan psikotes. Saat adzan zhuhur berkumandang aku dan teman-teman seperjuanganku bergegas ke ruang sholat Wisma Amarilis untuk melaksanakan sholat fardhu zhuhur. Pada jam 12:30 panitia memberiku jatah makan siang. Aku diberi sekitar 1 jam waktu istirahat. Jam 2 siang adalah saatnya aku untuk melanjutkan tes, aku kali ini aku melaksanakan psikotes. Tesnya cukup sulit tetapi aku tetap percaya diri. Saat adzan Ashar berkumandang panitia pun mempersilahkan kita untuk meninggalkan ruang tes dan melaksanakan shalat Ashar.

Menurut Tempat
                4 Tahun yang lalu, saat aku berumur 7 tahun keluargaku mengajakku mengunjungi pantai Zaidan. Aku pertama pergi ke Pelabuhan Raja untuk menunggu kapal pribadi keluargaku. Sesampainya di pelabuhan Raja, ternyata kapal pribadiku sudah siap menunggu. Ternyata akses ke pulau Zaidan cukup sulit, dikarenakan masih sangat terpencilnya pulau Zaidan sehingga belum banyak orang yang tahu, untungnya, nahkoda kapal pribadi keluargaku sangat handal, ia mengetahui seluk beluk kepulauan Husaini. Sesampainya di pusat kepulauan Husaini, aku meminta kepada bapakku untuk beristirahat sejenak. Aku diajak untuk beristirahat sejenak di hotel bintang 5 di pusat Kepulauan Husaini. Aku beristirahat selama 10 menit lalu aku lapar, orangtuaku mengajakku untuk makan daging sapi premium di restoran hotel. Setelah aku kenyang, aku melanjutkan perjalananku ke Pulau Zaidan. Sesampainya di pulau Zaidan aku terkejut oleh keindahan pulaunya. Wow! Pulaunya sangat indah, aku sangat mencintai pulau Zaidan, pantainya berpasir putih, tak tersentuh oleh sampah. Baik sampah barang, maupun sampah masyarakat. Aku ingin sekali tinggal di pulau Zaidan untuk selamanya.

6 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar