Selasa, 31 Januari 2017

Filum Arthropoda








Arthropoda
Muhammad Husaini X
Kata artropoda berasal dari bahasa Yunani ἄρθρον árthron, "ruas, buku, atau segmen", dan πούς pous (podos), "kaki", yang jika disatukan berarti "kaki berbuku-buku". Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku karena struktur badannya yang terdiri atas sejumlah ruas. Artropoda adalah filum yang paling besar dalam kingdom animalia dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Artropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara,. Arthropoda sudah ada sejak masa Prekambrium dan masih ada hingga sekarang. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fossil trilobite, makhluk hidup pemakan plankton bersegmen yang hidup pada masa tersebut
Ciri-Ciri
       Organisme multiseluler eukariotik dari kingdom Animalia.
       Avertebrata dengan tubuh bersegmen dan kaki berbuku-buku.
       Anggota-anggota tubuh membentuk suatu eksooskeleton, yang utamanya terdiri atas kitin a disekresikan oleh sel kulit, salah satu turunan dari glukosa. Segmen-segmen ini biasanya menyatu menjadi 2 atau 3 daerah yang jelas.
       Hidup soliter atau berkoloni
       Mempunyai selom/rongga
       Segmentasi metameric
       Mengalami ekdisis (pelepasan/rontoknya kutikula seiring pertumbuhan dan setelah suatu penutup tubuh baru yang lebih besar dihasilkan) dikarenakan kutikula tidak bisa membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Ekdisis adalah peristiwa rontoknya kutikula pada artropoda dan kelompok terkait (Ecdysozoa). Pada hewan-hewan ini, kutikula yang merupakan rangka luar (eksoskeleton) tubuh yang tidak elastis dan akan dilepas seiring pertumbuhan dan setelah suatu penutup baru yang lebih besar dihasilkan. Eksoskeleton lama yang sudah kosong disebut eksuvia. Setelah pelepasan, suatu artropoda disebutu teneral; pucat dan berbadan lunak. Dalam waktu satu atau dua jam, kutikula akan mengeras dan menjadi lebih gelap mengikuti suatu proses penyamakan yang serupa dengan penyamakan kulit. Pada masa yang pendek inilah, hewan bertumbuh, karena biasanya pada fase lain pertumbuhan dibatasi oleh kekakuan eksoskeleton. Ekdisis juga dapat membuat jaringan yang rusak serta lengan atau kaki yang hilang dibuat kembali atau terbentuk kembali, meskipun prosesnya baru lengkap setelah beberapa kali perontokan. Ukurannya bertambah besar pada setiap perontokan sampai mendekati normal, atau hampir normal, kembali.
       Tubuh yang terdiri dari kepala, thorax, dan abdomen, bersegmen segmen terbungkus oleh kutikula sebagai eksoskeleton

       Ukuran tubuh yang beragam
       Tubuh simetris bilateral
       Sifat hidup arthropoda antara lain
       Parasit
       Heterotropik
       Hidup dengan bebas
       Hidup di berbgai tempat, air tawar, laut, danau, kayu lapuk, dan lain-lain

Sistem organ arthropoda
Pencernaan
Terdiri dari mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus. Mulutna dilengkapi dengan berbagai alat tambahan yang beraam, misalnya mandibular dan maksiila pada belalang Pencernaam Arthropoda merupakan sistem pencernaan yang sempurna dengan dilengkapi alat pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan anus . Mulut dilengkapi dengan alat-alat mulut dan anus terdapat di segmen posterior
Ekskresi
Sisa metabolism berupa cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula malphigi, kelenjar ekskersi atau keduanya.
Pernapasan
Arthropoda memiliki sistem pernapasan berupa trakea, insang, paru-paru buku atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. 
Reproduksi
Umumnya terjadi secara seksual, ada yang aseksual, yaitu dengan parthenogenesis, parthenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi. Individu yang dihasilkan bersifat steril. Organ reproduksi jantan dan berina pada arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda
Sirkulasi
Sirkulasi terbuka, terdiri dari jantung, pembuluh darh pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol, darah arthropoda disebut hemolimfa, berwarna biru mengandung hemosianin
Saraf

Sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi tubuhnya. Pada berbagai tempat di segmen tubuh, terjadi pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia yang terbesar berfungsi sebagai otak

Klasifikasi Arthropoda
       Insekta
       Crustacea
       Arachnida
       Myriapoda
Insekta
Insecta berasal dari bahasa latin yang berarti Insecti yang berarti serangga. Insecta adalah satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Penyebaran insecta sangat luas dengan keanekaragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain dari perairan hingga puncak gunung dari khatulistiwa hingga ke kutub. Jumlah spesies Insecta cukup banyak yang sedikitnya didunia sekitar 750.000 spesies yang dikelompokkan ke dalam 100 suku dan 26 ordo. Cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga adalah Entomologi.
Sistem Pernapasan Insecta: Insecta memiliki organ pernapasan berupa trakea yang berspirakel dengan terletak di kanan-kiri pada tiap ruas yang sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya. 
Sistem Pencernaan Insecta: Dibeberapa jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan yang dicerna secara mekanis di lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar. 
Sistem Syaraf Insecta: Insecta memiliki sistem saraf yang berupa tangga tali dengan penerima rangsangan berupa mata faset (majemuk, antena alat pembuat suara dan alat pendengar. 
Sistem Peredaran Darah Insecta: Insecta memiliki tipe sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki pembuluh balik (vena). Darah tidak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi berfungsi sebagai pengangkut makanan. 
Sistem Ekskresi: Insecta memiliki pengeluaran zat sisa melalui pembuluh malphigi. 
Sistem Reproduksi Insecta: Insecta terkadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Arti Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid. Seerti lebah. Sedangkan arti Paedogenesis adalah partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva. Seperti Diptera. Dalam perkembangan ke dewasa. Insecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ketingkat dewasa yang disebut dengan metamorfosis. Fertilisasi secara internal yang artinya pembuahan sel telur oleh spermatozoid yang berlangsung dalam tubuh induk betina. 
Lebih dari separuh makhluk hidup di bumi ini termasuk dalam kelas insekta, sampai sekarang ditemukan lebih dari 700.000 spesies .
Ciri Umum
       Terbagi menjadi 3 bagian, kepala, thorax, dan abdomen.
       Pada kepalanya terdapat satu pasang antenna, jenis mata yang berbeda-beda sesuai dengan ordonya, serta dada yang terdiri atas tiga ruas yang masing-masing mempunyai sepasang kaki, sehingga setiap insekta mempunyai 3 pasang (enam) kaki, maka dari itu insekta terkadang disebut heksapoda
       Beberapa serangga mempunyai dua pasang sayap, beberapa diantaranya memiliki sayap yang menyatu atau berubah fungsi 
       Mulut yang bertipe pengigit, penghisap, dan penelan 
       Mempunyai 3 pasang kaki
       Sebagian dari besar hidup di darat
       Abdomennya terdiri atas sebelas atau kurang segmen, segmen yang terakhir memiliki fungsi sebagai alat reproduksi
       Pernapasan dengan trakea, yang merupakan pipa udara yang bercabang-cabang
       Mulut yang bermacam-macam (mengisap, menusuk dan menghisap, menggigit, serta mengunyah
       Sistem saraf tangga tali, peredaran terbuka, tidak mengandung pigmen darah, hanya berfungsi mengedarkan zat makanan saja
       Mengalami proses metamorphosis
       Ametabola
       Serangga yang tidak mengalami metamorphosis
       Contohnya Lepisma sp. (kutu buku), serta Apterygota lainnya
       Hemimetabola
       Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Hanya melalui tiga fase, telur menetas menjadi nimfa, lalu tanpa melalui proses pupa, insekta hemimetabola langsung menjadi imago/serangga dewasa
       Contohnya capung, belalang
       Archyptera, Orthoptera, Hemiptera

       Holometabola
       Serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, telur menetas menjadi larva, lalu larva melalui proses pupa (kepompong), lalu menjadi imago/serangga dewasa
       Contohnya nyamuk, lalat, kupu-kupu
       Neuroptera, Hymenoptera, Diptera, Siphonoptera, Lepidoptera, Coleoptera

Klasifikasi

Apterygota
       Ciri Umum
       Tidak memiliki sayap
       Pembagian kepala, thorax, dan abdomen tidak jelas
       Tidak mengalami metamorphosis yang signifikan
       Nimfanya terlihat seperti sudah dewasa saat menetas
       Kulitnya tipis, hampir terlihat transparan
       Reproduksi dengan fertilisasi eksternal, apterygota jantan memintal semacam benang yang terbuat dari sutra, lalu melepaskan spermatofor yang berisi sperma ke benang tersebut, lalu apterygota jantan memancing apterygota betina untuk mendatangi spermatofor, dan terjadi fertilisasi didalam alat kelamin apterygota betina. Spermatofor melepaskan sperma yang terkandung didalamnya, lalu spermatofor kosong dikeluarkan
       Beberapa apterygota memakan kembali spermatofor kosong yang dikeluarkan
       Dapat hidup di berbagai habitat, seperti gurun hingga kutub hidup di sela-sela batuan, tetapi lazimnya hidup di tanah lembab
       Makanan utamanya adalah alga, dapat memakan lichens, lumut, dan bahan-bahan organik lainnya
       Mencapai kedewasaan hingga 2 tahun
       Berukuran kecil
       Beberapa dapat melompat hingga sejauh 30cm
       Contoh Lepisma sp. (kutu buku)

Pterygota
Hemimetabola                                       
       Archyptera
       Ciri Umum

       Memiliki dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama.
       Metamorfosis tidak sempurna
       Beberapa jenis mengalami polimorfisme
       Satu koloni terdiri atas, ratu, raja, prajurit dan satu raja.
       Tipe mulut penggigit
       Mengonsumsi kayu, tanaman mati, dan lainnya
       Koloninya memiliki ukuran beragam dari jumlah ratusan individu, hingga mencapai beberapa juta individu dalam satu koloni
       Ratunya memiliki jangka hidup yang paling panjang diantara serangga lainnya, beberapa dapat mencapai 50 tahun masa hidupnya
Contoh Reticulitermis flavipes (rayap
       Orthoptera
       Ciri Umum
       Memiliki dua pasang sayap yang lurus
       Kaki belakang yang umumnya kuat
       Kaki dapat digunakan untuk meloncat ataupun melangkah
       Mengalami metamorphosis tidak sempurna
Contoh Mantis regiosa (belalang sembah), Locusta migratoria (belalang pedang)
       Hemiptera
Hemiptera terdiri dari dua kata yaitu hemi (setengah) dan pteron (sayap)
       Ciri Umum
       Memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, tetapi ujungnya tipis seperti membrane, sayap keduanya tipis dan transparan menyeluruh
       Mulutnya seperti jarum, digunakan untuk menusuk jaringan dari makanannya dan menghisapnya
       Memakan segala jenis makanan, dari cairan tumbuhan, biji-bijan, serangga lain, hingga hewan kecil
       Metamorfosis tidak sempurna
       Nimfa mirip dewasa tetapi tidak bersayap dan lebih kecil
Contoh: Walang sangit, tonggeret, anggang
Holometabola
       Neuroptera
       Ciri Umum
       Memiliki dua pasang sayap tipis dengan banyak urat yang terlihat seperti jala
       Mengalami metamorphosis sempurna
       Contoh Myrmeleon frontalis (undur-undur)
       Coleoptera
Coleoptera meliputi berbagai jenis kumbang, berasal dari bahasa yunani yang bila disatukan artinya adalah sayap yang terselubung
       Ciri Umum
       Metamorfosis sempurna
       Memiliki dua pasang sayap, sayap yang disebut elytra yang atas mengeras, dan dapat berfungsi sebagai pelindung, selain sayap yang mengeras tubuh kumbang termasuk kepalanya juga mengeras, memiliki mata majemuk
       Memiliki habitat yang beragam kecuali dilaut dan di kutub-kutub dunia
       Makan tanaman dan fungi, sisa-sisa makhluk hidup, dan juga dapat memakan invertebrate lainnya, beberapa bahkan dapat memangsa burung, dan mamalia
       Dapat menjadi hama, dan juga pengontrol hama (Famili Coccinellidae, mengonsumsi serangga-serangga hama pertanian)
       Hymenoptera
Meliputi berbagai jenis lebah, tawon, dan juga semut, memiliki sayap yang seperti membrane sehingga disebut hymenoptera
       Ciri Umum
       Memiliki dua pasang sayap
       Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait yang disebut hamuli
       Betinanya memiliki ovipositor khusus, untuk memasukkan telur ke dalam inang, ataupun ke tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau pemangsa, namun seringkali ovipositor termodifikasi menjadi alat penyengat
       Metamorfosis sempurna
       Mulut pengunyaH, atau proboscis untuk menghisap nectar
Contoh:  Apis mellifera (lebah madu), Vespula vulgaris (tawon), dan semut
       Diptera
Meliputi berbagai jenis lalat, termasuk didalamnya nyamuk, katanya dalam bahasa yunani artinya adalah dua sayap
       Ciri Umum
       Memiliki satu pasang sayap fungsional untuk terbang, satu pasang sisanya adalah hanya untuk penstabil dan juga dapat digunakan sebagai detector kecepatan udara.
       Memiliki mata faset/majemuk yang cukup besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya
       Memiliki antenna yang pendek maupun  panjang
       Makanannya adalah cairan, menggunakan mulut penghisap
       Metamorfosis sempurna
Contoh: Lalat, Nyamuk
       Siphonoptera
Meliputi kutu dan yang sejenisnya.
       Ciri Umum
       Tidak bersayap
       Memiliki mulut yang beradaptasi untuk menembus kulit dan menghisap darah
       Parasit eksternal
       Memiliki inangnya masing-masing/spesifk
       Berukuran kecil sekitar 1-5 mm
       Kakinya panjang, kaki belakangnya beradaptasi untuk dapat melompat jauh, secara vertical sejauh 18cm, secara horizontal sejauh 33 cm, dibandingkan ukuran tubuhnya, kutu merupakan salah satu binatang yang dapat melompat terjauh.
       Kaki belakangnya memilki cakar kuat untuk menempel pada inang
       Ilmuwan telah menemukan bahwa ia melompat menggunakan bagian tubuh yang setara dengan kaki, bukan dengan lutut sebagaimana manusia
       Tertutupi oleh sklerit semacam lapisan keras, dapat menahan tekanan, sehingga terkadang hanya menekan kutu diantara jari tidak dapat membunuh kutu
       Metamorfosis sempurna
       Lepidoptera
Meliputi berbagai jenis kupu-kupu dan juga ngengat, hingga sekarang sudah ditemukan lebih dari 180.000 spesies dari ordo Lepidoptera.
       Ciri Umum
       Bersayap sisik
       Kupu adalah species yang tergolong dalam Ordo Lepidoptera
       Lepidoptera berasal dari bahasa Latin yang artinya sayap bersisik
       Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun beberapa diantaranya ada yang predator.
       Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
       Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni.
       Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit.
       Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
       Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola)
       Metamorfosisnya melalui stadia : telur - larva - kepompong - Imago (dewasa)
Ngengat
       Ciri Umum
       kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal)
       Ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya
       Ngengat mempunyai warna sayap cenderung gelap, coklat , kusam atau kelabu
       Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.
       Tahap metamorfosisnya sama dengan kupu Holometabola ( metamorfosis sempurna)
       Jenis Ngengat sering sebagai hama ( Ulatnya) baik di perkebunan ataupun hutan
       Bunga yang mekar di malam hari biasanya bergantung kepada ngengat (atau kelelawar) untukpenyerbukannya,
Peranan Insekta
       Menguntungkan
       Penyerbukan tanaman oleh lebah-lebahan Seperti lebah madu (Apis mellifera).
       Ulat sutra (Bombyx mori) yang menghasilkan sutra untuk perindustrian tekstil
       Lebah yang dapat menghasilkan madu bergizi untuk dikonsumsi (Apis indica)
       Mata rantai untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan ekosistem di bumi ini
       lebah madu (Aphis mellifera) dimanfaatkan sengatnya untuk terapi berbagai macam penyakit, dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya adalah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah
       Belatung yang ada di tubuh korban pembunuhan dapat menjadi bukti/klu perihal kapan korban itu dibunuh
       Merugikan
       Insekta parasite ulat/larva Lepidoptera memakan dedaunan
       Kumbang kelapa yang dapat merusak budidaya kelapa
       Insekta juga dapat menjadi vektor beberapa penyakit seperti nyamuk Anopheles, Aedes aegypti, lalat tzetze, lalat tabanus, dll
       Menyebabkan penyakit pada tanaman seperti: Nilapervata lugens (wereng) yang menyebabkan penyait virus tungro, belalang (walang sangit) yang menghisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso. 
       Sebagai parasit pada manusia (mengisap darah). seperti nyamuk, kutu busuk, dan kutu kepala
       Dapat merusak bahan bangunan, seperti rayap dan kumbang kayu 
       Cara menanggulangi peran insekta yang merugikan bagi manusia terutama hama
       Menggunakan insektisida dengan pertimbangan, karena insektisida yang terlalu banyak dapat mencemari lingkungan dan dapat juga merusak keseimbangan ekosistem
       Dengan predator insekta seperti laba-laba
       Pestisida biologis dengan racun bt oleh Bacillusthuringiensis
       Penyemprotan feromon, feromon dapat menyebabkan respons pada hewan tertentu
Crustacea
Crustacea merupakan hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. Meliputi udang-udangan, kepiting, dll
       Ciri umum
       Sebagian besar hidup di air
       Bernapas dengan insang
       Tubuhnya terdiri dari bagian kepala-dada yang bersatu disebut sefalotorak dan perut
       Memiliki eksoskeleton yang keras, terdiri dari zat kitin yang berlendir
       Pada sefalotorak terdapat lima pasang kaki besar yang berfungsi untuk berjalan
       Kaki pertama berukuran leih besar, berfungsi untuk berjalan
       Tubuhnya terdiri atas 2 bagian pokok, yaitu Sefalothoraks ( Kepala dan dada yang menyatu ) , dan badan belakang / perut ( Abdomen )
       Alat gerak Crustacea berupa kaki (kaki satu pasang dalam setipa ruas di abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak dan menempel di dasar perairan. 
       Setiap ruas tubuhnya terdapat sepasang kaki
       Pada kelapa – dada terdapat sepasang antena, sepasang rahang atas ( Maksila ) , dan sepasang rahang bawah ( Mandibula )
       Pada bagian kepala – dada terdapat 5 pasang kaki ( 1 pasang capit dan 4 pasang kaki jalan )
       Pada bagian kepala dilindungi oleh kulit keras ( Karapas )
       Dibagian anterior terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai
       Badan belakang pada udang melengkung diakhiri dengan ekor
Sistem Pencernaan Crustacea:  Crustacea memiliki alat pencernaan berupa mulut yang berada di bagian anterior tubuhnya, sedangkan esofagus, lambung, usus dan anus berada di bagian posterior. Crustacea mempunya kelenjar pencernaan atau hati yang berada di kepala-dadad di kedua sisi dari abdomen. Sedangkan untuk sisa pencernaan dibuang di anus, selain itu dibuang melalui alat ekskresi yang disebut kelenjar hijau yang berada di dalam kepala. Crustacea memakan hewan-hewan kecil. 
Sistem Peredaran Darah Crustacea: Crustacea disebut dengan peredaran darah terbuka. Peredaran darah terbuka adalah darah yang beredar tanpa dengan melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan dengan hemosianin dengan daya ikatnya terhadap O2 (Oksigen) renda. 
Sistem Saraf Crustacea: Susunan crustacea berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan pada alat indera ialah antena sebagai alat peraba, statocyst sebagai alat keseimbangan dan mata majemuk (facet) yang bertangkai
Sistem Pernapasan Crustacea: Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali dengan Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernapas di seluruh permukaan tubuhnya. 
Sistem Reproduksi Crustacea: Alat reproduksi crustacea umumnya terpisah, kecuali pada sebagian crustacea rendah. Alat kelamin betina terletak di pasangan kaki ketiga. Sedangkan pada alat kelamin jantan terletak di pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara ekskternal (diluar tubuh). 
Klasifikasi Crustacea
       Entomostraca
Umumnya kelompok Entomostraca adalah penyusun zooplankton, yang melayang-layang di dalam air dan sebagai makanan ikan. Adapun pembagian ordo yang termasuk dalam Entomostraca adalah sebagai berikut... 
       Branchiopoda, Contohnya adalah Daphnia pulex dan Asellus aquaticus yang disebut dengan kutu air dan salah satu penyusun zooplankton, dengan perkembangbiakan secara parthenogenesis
       Ostracoda, Contoh adalah Cypris candida, codona suburdana, yang hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, dengan tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena. 
       Copepoda, Contohnya adalah Argulus indicus, Cylops, hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan hewan planton dan parasit dengan segmentasi tubuh yang jelas. 
       Cirripedia, Contohnya adalah lepas atau bernake, Sacculina yang dengan kepala dan dada yang ditutupi oleh karapaks yang berbentuk cakram dan hidup di laut dengan melekat pada batu atau benda lain.
       Malacostraca
Malakostraca (Udang Tingkat Tinggi): Malakostraca adalah hewan dengan kebanyakan hiduip di laut, dan juga di air tawar dengan tubuh yang terdiri dari sefalotoraks serta perut (abdomen). Malakostraca terbagi dalam 3 ordo antara lain sebagai berikut... 
       Isopoda, bentuk tubuh pipih, dorsoventral, dengan berkaki sama. Contohnya Onicus asellus (kutu perahu) dan Limnoria lignorum yang keduanya adalah pengerek kayu
       Stomatopoda, Contohnya adalah squilla empusa (udang belalang) yang hidup di laut, dengan bentuk mirip belalang sembah dan memiliki warna yang mencolok. Di bagian belakang kepala terdapat karapaks. Kepala yang dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena. 
       Decapoda, Contohnya adalah udang dan ketam. Hewan yang mempunyai kaki sepuluh dan merupakan kelompok dari udang yang memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia yang digunakan sebagai sumber makanan kaya akan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. 
Peranan Crustacea
       Manfaat
       Sumber protein hewani biasanya dari ordo decapoda, untuk dikonsumsi, bergizi, seperti udang, kepiting, dan lain-lain
       Plankton yang dapat berguna untuk menjaga keseimbangan ekosistem
       Merugikan
       Parasit pada ikan
       Merusak iang-tiang atau kapal oleh bernakel
       Isopoda menggerek kayu
       Sebagai perusak galangan kapal (perahu) dari anggota Isopoda 
       Sebagai parasit ikan, kura-kura, seperti pada anggota Cirripedia dan Copepoda 
Arachnida
Berasal dari bahasa yunani yaitu  ἀράχνη (aráchnē), yang berarti “laba-laba”, mencakup lebih dari 100.000 species diantaranya berbagai jenis laba-laba, kalajengking, tungau, kutu-kutuan, dan lain sebagainya. Umumnya Arachnoidea bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan.
       Ciri Umum
       Memiliki delapan kaki, satu pasang kaki terdepan terkadang berubah dan memiliki fungsi sensorik, beberapa arthropoda juga memiliki bagian tubuh yang membesar dan terlihat seperti 1 pasang kaki tambahan, seolah-olah memiliki 10 kaki
       Sebagian besar tinggal di daratan ,tetapi ada juga yang tinggal di air tawar, dan tempat lainnya.
       Memiliki 1 pasang bagian tubuh di depan yang memiliki fungsi berbeda-beda, seperti untuk makan, pertahanan, fungsi sensorik
       Bergerak dengan proses hidraulik dengan tekanan hemolimfa, ada beberapa yang memiliki otot yang dapat meregangkan sendi-sendi kaki, seperti yang dimiliki oleh kalajengking
       Di bagian kepala-dada tidak terdapat antena, namun memiliki sebagian pasang mata tunggal, mulut kelisera dan pedipalpus
       Pernapasan dengan trakea, dan juga paru-paru buku
       Tubuh terbagi atas sefalotoraks dan perut yang dibedakan
       Tidak memiliki antenna
       Memiliki kelisera (alat sengat) dan pedipalpus
       Alat sengat (chelicera = kelisera), kaki catut berjumlah sepasang bentuknya merunung, bagian ujung berlubang sebagai tempat keluarnya racun
       Alat capik (pedipalpus), kaki cakar berjumlah sepasang berbentuk seperti gunting, dan berfungsi untuk memegang mangsa. pada laba laba jantan berfungsi menyalurkan sperma ke alat reproduksi betina
       Alat ekskresi dilengkapi pembuluh malphigi dan kelenjar coxal
       Alat kelamin jantan dan betina terpisah, pembuahan internal
       Mulut untuk mengisap serta memiliki racun
Sistem Pencernaan Arachnoidea: Makanan ditangkap dengan jaringa tepi dan ada juga yang diisap dari inangnya oleh Arachnoidea yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses, dan anus. Alat pencernaan juga dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang berada di bagian depan dan hati di bagian abdomen. 
Sistem Peredaran Darah Arachnoidea: Peredaran darah Arachnoida memiliki sistem peredaran darah terbuka dan menggunkana jantung pembuluh serta arteri. Jantung pembuluh terdiri atas kantung otot yang mempunyai ostium pada setiap ruas. 
Sistem Pernapasan Arachnoidea: Organ respirasi Arachnoidea adalah dengan paru-paru buku yang beradai di daerah perut depan. 
Sistem Syaraf Arachonidea:  Arachnoidea berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut dengan sistem saraf tangga tali. 
Alat Indera Arachnoidea: Arachnoidea memiliki depalan buah amta yang secara sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip dengan antena. 
Sistem Reproduksi Arachnoidea: Arachnoidea berkembangbiakan secara seksual yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar. 7
Klasifikasi Arachnida
       Scorpid
Scorpid atau kala adalah kelas arachnida yang tertua dari seluruh anggota Arthropoda darat. Mempunyai perut panjang dengan segmen, dan pada segmen terakhir berubah fungsi sebagai alat sengat, memiliki kelisera yang kecil dan pedipalpus yang besar
       Ciri Umum
       Memiliki perut yangberuas-ruas dan ruas terakhir berupa menjadi alat pembela diri 
       Mempunyai pedipalpus yang berbentuk mirip catut yang besar 
       Mempunyai chelisera yang kecil 
       Memiliki sengat
Contoh: kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) dan Ketonggeng (Buthus).
       Araneae
Araneae merupakan kelompok laba-laba, tidak bersegmen, pada bagian paling belakang abdomen terdapat alat yang disebut spinneret berfungsi untuk mensekresikan benang-benang yang berguna untuk jarring-jarring perangkap mangsa, sebagai sarang, dan untuk membentuk pembungkus telur
       Ciri Umum
       Tubuh terdiri dari sefalothoraks dan abdomen. 
       Di sefalotoraks terdapat 6 alat tambahan seperti 1 pasang kalisera yang mengandung racun, 1 pasang pedilpalpus, 4 pasang kaki jalan. 
       Badan tiadk bersegmen 
       Memiliki spineret
       Alat ekskresi berupa tabung Maphigi yang menuju ke anus
       Acarina
Acarina meliputi berbagai jenis tungau dan juga kutu-kutuan. Memiliki tubuh yang tidak berbuku-buku yang pada umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Contoh jenis Acarina adalah Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes scabei (cablak kudis), Dermotex folicurum (caplak rambut pada manusia), Rhipicephalus sanguincus (caplak anjing), Cermanyssus galinae (tungau ayam), Boophilus annulatus, Trombicula deliensis (tungau), Tarsonemus transhicens (tungau kuning parasit pada tomat).
       Ciri Umum
       Berukuran kecil berkisar diantara 1 millimeter, yang terbesar mencapai 2cm
       Terdiri atas segmen-segmen yang dibagi menjadi dua yaitu prosoma, dan opisthosoma. Namun, pemisahan antara 2 segmen tidak terlihat dengan jelas, seakan-akan segmen tersebut hampir menyatu.
       Memiliki 4 pasang kaki.
       Bernafas menggunakan seluruh permukaan tubuhnya
       Hidup hampir di setiap habitat termasuk perairan tawar maupun dilaut
       Kebanyakan parasite
       Mempunyai mulut yang dapat menusuk dan menghisap. 
       Contoh: Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes scabei (cablak kudis), Dermotex folicurum (caplak rambut pada manusia), Rhipicephalus sanguincus (caplak anjing), dll
Peranan Arachnida
Memiliki peran menguntungkan bagi manusia, . Namun pada hewan-hewan, Arachnida lebih banyak merugikan teurtama hewan-hewan acarina
       Menguntungkan
       Arachnida bermanfaat dalam pengendalian populasi serangga terutama pada serangga hama. Namun pada hewan-hewan,
       Merugikan
       Ektoparasit pada hewan-hewan ternak (caplak)
       Sarangnya menyebabkan rumah menjadi kotor (laba-laba)
Myriapoda
Myriapoda (hewan berkaki banyak) adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda yang tubuh beruas-ruas dari setiap ruasnya memiliki satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh yang dibagi-bagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan yang dijumpai berada di daerah tropis yang berhabitat di darat khususnya yang banyak mengandung sampah seperti kebun dan dibawah batu-batuan. 
       Ciri Umum
       Di bagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus) 
       Terdapat penambahan jumlah segmen yang terjadi di setiap pergantian kulit 
       Memiliki tubuh yang memanjang mirip dengan cacing
       Setiap segmen tersebut terdapat lubang respirasi yang disebut dengan tentakel 
       Memiliki alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda dengan satu sepasang kaki disetiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda memiliki dua sepasang kaki di setiap segmen perut, kecuali pada segmen terakhirnya
Sistem Saraf Myriapoda: Sistem saraf Myriapoda disebut dengan tangga tali dengan alat penerima rangsang yang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena digunakan sebagai alat peraba. 
Sistem Pencernaan Myriapoda: Pencernaan Myriapoda adalah lengkap dan memiliki kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi yang beracun pada segmen pertama, sedangkan pada Diplopoda bersifat herbivor dengan pemakan sampah dan daun-daunan. 
Sistem Pernapasan Myriapoda: Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang berada di kanan kiri di setiap ruas, kecuali di Diplopoda yang terdapat dua pasang di tiap ruasnya. 
Sistem Peredaran Darah Myriapoda: Myriapoda memiliki peradaran darah yang bersifat terbuka. Organ transportasi yang berupa jantung dengan panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Di Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Dengan darah yang tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan dengan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jatung darah kemudian dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah). 
Sistem Reproduksi Myriapoda: Myriapoda melakukan reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi iinternal). Myriapoda ada yang vivipar dan ovipar. 
Sistem Ekskresi Myriapoda: Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang berugas dengan mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N). 
Chilopoda
Contoh dari kelas Chilopoda adalah Scolopendra morsitans, dan Lithobius forticatus atau yang mencakup berbagai macam jenis lipan (kelabang)
       Ciri Umum
       Hewan berbentuk panjang dan pipih dorsoventral
       Tiap segmen mempunyai sepasang kaki.
       Kaki pada segmen pertama menjadi cakar beracun untuk membunuh mangsanya
       Predator yang mencari makan pada malam hari
       Tubuh agak gepeng 
Terdiri dari kepala dan badan yang beruas-ruas dari 15-73 ruas. dari setiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di bagian belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
Diplopoda
Contohnya kaki seribu (Julus nomerensi)
       Ciri Umum
       Mirip seperti chilopoda, tetapi badan berbentuk panjang silindris
       Tiap segmen memiliki satu pasang kaki
       Tidak mempunyai kaki beracun
       Kebanyakan herbivore
       Dapat menggulung tubuhnya disaat merasa dalam bahaya
       Pada umumnya mempunyai 30 pasang kaki atau lebih
       Memiliki bentuk tubuh yang siinder (bulan memanjang), 
       Terdapat sebagian segmen yang menyatu dengan di setiap segmen terdapat 2 pasang kaki
       Hidup sebagai karnivora, 
       Banyak dijumpai dibawah serasah, bebatuan, atau dalam tanah dan selalu menghindar dari cahaya 
       Memiliki gerakan yang lambat dan jika terdapat getaran, tubuhnya akan membentuk melingkar dengan bentuk spiral atau bola 
       Di bagian kepala terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa
Contoh Julus sp. (keluwing)
Peranan Myriapoda

       Myriapoda tidak memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan dianggap mengganggu walau tidak membhayakan. Namun, Myriapoda ternyata memiliki andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus.