Arthropoda
Muhammad Husaini X
Kata artropoda berasal
dari bahasa Yunani ἄρθρον árthron, "ruas, buku, atau segmen", dan
πούς pous (podos), "kaki", yang jika disatukan berarti "kaki
berbuku-buku". Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku
karena struktur badannya yang terdiri atas sejumlah ruas. Artropoda adalah
filum yang paling besar dalam kingdom animalia dan mencakup serangga,
laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Artropoda biasa ditemukan
di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara,. Arthropoda sudah ada sejak
masa Prekambrium dan masih ada hingga sekarang. Hal ini dibuktikan dengan
ditemukannya fossil trilobite, makhluk hidup pemakan plankton bersegmen yang
hidup pada masa tersebut
Ciri-Ciri
•
Organisme
multiseluler eukariotik dari kingdom Animalia.
•
Avertebrata
dengan tubuh bersegmen dan kaki berbuku-buku.
•
Anggota-anggota
tubuh membentuk suatu eksooskeleton, yang utamanya terdiri atas kitin a
disekresikan oleh sel kulit, salah satu turunan dari glukosa. Segmen-segmen ini
biasanya menyatu menjadi 2 atau 3 daerah yang jelas.
•
Hidup
soliter atau berkoloni
•
Mempunyai
selom/rongga
•
Segmentasi
metameric
• Mengalami ekdisis
(pelepasan/rontoknya kutikula seiring pertumbuhan dan setelah suatu penutup
tubuh baru yang lebih besar dihasilkan) dikarenakan kutikula tidak bisa
membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Ekdisis adalah peristiwa rontoknya
kutikula pada artropoda dan kelompok terkait (Ecdysozoa). Pada hewan-hewan ini,
kutikula yang merupakan rangka luar (eksoskeleton) tubuh yang tidak elastis dan
akan dilepas seiring pertumbuhan dan setelah suatu penutup baru yang lebih
besar dihasilkan. Eksoskeleton lama yang sudah kosong disebut eksuvia. Setelah
pelepasan, suatu artropoda disebutu teneral; pucat dan berbadan lunak. Dalam
waktu satu atau dua jam, kutikula akan mengeras dan menjadi lebih gelap
mengikuti suatu proses penyamakan yang serupa dengan penyamakan kulit. Pada
masa yang pendek inilah, hewan bertumbuh, karena biasanya pada fase lain
pertumbuhan dibatasi oleh kekakuan eksoskeleton. Ekdisis juga dapat membuat
jaringan yang rusak serta lengan atau kaki yang hilang dibuat kembali atau
terbentuk kembali, meskipun prosesnya baru lengkap setelah beberapa kali
perontokan. Ukurannya bertambah besar pada setiap perontokan sampai mendekati
normal, atau hampir normal, kembali.
•
Tubuh yang terdiri dari kepala,
thorax, dan abdomen, bersegmen segmen terbungkus oleh kutikula sebagai
eksoskeleton
•
Tubuh
simetris bilateral
•
Sifat
hidup arthropoda antara lain
•
Parasit
•
Heterotropik
•
Hidup
dengan bebas
•
Hidup
di berbgai tempat, air tawar, laut, danau, kayu lapuk, dan lain-lain
Sistem organ arthropoda
Pencernaan
Terdiri dari mulut,
esophagus, lambung, usus, dan anus. Mulutna dilengkapi dengan berbagai alat
tambahan yang beraam, misalnya mandibular dan maksiila pada belalang Pencernaam
Arthropoda merupakan sistem pencernaan yang sempurna dengan dilengkapi alat pencernaan
lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan anus . Mulut
dilengkapi dengan alat-alat mulut dan anus terdapat di segmen posterior
Ekskresi
Sisa metabolism berupa
cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula malphigi,
kelenjar ekskersi atau keduanya.
Pernapasan
Arthropoda memiliki
sistem pernapasan berupa trakea, insang, paru-paru buku atau melalui
seluruh permukaan tubuhnya.
Reproduksi
Umumnya terjadi secara
seksual, ada yang aseksual, yaitu dengan parthenogenesis, parthenogenesis
adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi. Individu yang
dihasilkan bersifat steril. Organ reproduksi jantan dan berina pada arthropoda
terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda
Sirkulasi
Sirkulasi terbuka, terdiri dari
jantung, pembuluh darh pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut
sinus atau hemosol, darah arthropoda disebut hemolimfa, berwarna biru
mengandung hemosianin
Sistem saraf tangga
tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi tubuhnya. Pada berbagai
tempat di segmen tubuh, terjadi pembesaran saraf tangga tali yang disebut
ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai
kegiatan. Ganglia yang terbesar berfungsi sebagai otak
Klasifikasi Arthropoda
•
Insekta
•
Crustacea
•
Arachnida
•
Myriapoda
Insekta
Insecta berasal dari
bahasa latin yang berarti Insecti yang berarti serangga.
Insecta adalah satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang.
Penyebaran insecta sangat luas dengan keanekaragaman tinggi di antara
kelas-kelas yang lain dari perairan hingga puncak gunung dari khatulistiwa
hingga ke kutub. Jumlah spesies Insecta cukup banyak yang sedikitnya didunia
sekitar 750.000 spesies yang dikelompokkan ke dalam 100 suku dan 26 ordo.
Cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga adalah Entomologi.
Sistem Pernapasan
Insecta: Insecta
memiliki organ pernapasan berupa trakea yang berspirakel dengan terletak di
kanan-kiri pada tiap ruas yang sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada
bagian perutnya.
Sistem Pencernaan
Insecta: Dibeberapa
jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot,
lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan yang dicerna secara mekanis di
lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar.
Sistem Syaraf
Insecta: Insecta
memiliki sistem saraf yang berupa tangga tali dengan penerima rangsangan berupa
mata faset (majemuk, antena alat pembuat suara dan alat pendengar.
Sistem Peredaran
Darah Insecta: Insecta
memiliki tipe sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki pembuluh balik
(vena). Darah tidak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut
oksigen atau karbondioksida tetapi berfungsi sebagai pengangkut makanan.
Sistem
Ekskresi: Insecta
memiliki pengeluaran zat sisa melalui pembuluh malphigi.
Sistem Reproduksi
Insecta: Insecta
terkadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Arti Partenogenesis
adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid. Seerti lebah.
Sedangkan arti Paedogenesis adalah partenogenesis yang berlangsung di tubuh
larva. Seperti Diptera. Dalam perkembangan ke dewasa. Insecta mengalami
perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ketingkat dewasa yang disebut
dengan metamorfosis. Fertilisasi secara internal yang artinya pembuahan sel
telur oleh spermatozoid yang berlangsung dalam tubuh induk betina.
Lebih dari separuh
makhluk hidup di bumi ini termasuk dalam kelas insekta, sampai sekarang
ditemukan lebih dari 700.000 spesies .
Ciri Umum
•
Terbagi
menjadi 3 bagian, kepala, thorax, dan abdomen.
•
Pada
kepalanya terdapat satu pasang antenna, jenis mata yang berbeda-beda sesuai
dengan ordonya, serta dada yang terdiri atas tiga ruas yang masing-masing
mempunyai sepasang kaki, sehingga setiap insekta mempunyai 3 pasang (enam)
kaki, maka dari itu insekta terkadang disebut heksapoda
•
Beberapa
serangga mempunyai dua pasang sayap, beberapa diantaranya memiliki sayap yang
menyatu atau berubah fungsi
•
Mulut
yang bertipe pengigit, penghisap, dan penelan
•
Mempunyai
3 pasang kaki
•
Sebagian
dari besar hidup di darat
•
Abdomennya
terdiri atas sebelas atau kurang segmen, segmen yang terakhir memiliki fungsi
sebagai alat reproduksi
•
Pernapasan
dengan trakea, yang merupakan pipa udara yang bercabang-cabang
•
Mulut
yang bermacam-macam (mengisap, menusuk dan menghisap, menggigit, serta
mengunyah
•
Sistem
saraf tangga tali, peredaran terbuka, tidak mengandung pigmen darah, hanya
berfungsi mengedarkan zat makanan saja
•
Mengalami
proses metamorphosis
•
Ametabola
•
Serangga
yang tidak mengalami metamorphosis
•
Contohnya
Lepisma sp. (kutu buku), serta Apterygota lainnya
•
Hemimetabola
•
Serangga
yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Hanya melalui tiga fase, telur
menetas menjadi nimfa, lalu tanpa melalui proses pupa, insekta hemimetabola
langsung menjadi imago/serangga dewasa
•
Contohnya
capung, belalang
•
Archyptera,
Orthoptera, Hemiptera
•
Holometabola
•
Serangga
yang mengalami metamorfosis sempurna, telur menetas menjadi larva, lalu larva
melalui proses pupa (kepompong), lalu menjadi imago/serangga dewasa
•
Contohnya
nyamuk, lalat, kupu-kupu
Klasifikasi
Apterygota
•
Tidak
memiliki sayap
•
Pembagian
kepala, thorax, dan abdomen tidak jelas
•
Tidak
mengalami metamorphosis yang signifikan
•
Nimfanya
terlihat seperti sudah dewasa saat menetas
•
Kulitnya
tipis, hampir terlihat transparan
•
Reproduksi
dengan fertilisasi eksternal, apterygota jantan memintal semacam benang yang
terbuat dari sutra, lalu melepaskan spermatofor yang berisi sperma ke benang
tersebut, lalu apterygota jantan memancing apterygota betina untuk mendatangi
spermatofor, dan terjadi fertilisasi didalam alat kelamin apterygota betina.
Spermatofor melepaskan sperma yang terkandung didalamnya, lalu spermatofor
kosong dikeluarkan
•
Beberapa
apterygota memakan kembali spermatofor kosong yang dikeluarkan
•
Dapat
hidup di berbagai habitat, seperti gurun hingga kutub hidup di sela-sela
batuan, tetapi lazimnya hidup di tanah lembab
•
Makanan
utamanya adalah alga, dapat memakan lichens, lumut, dan bahan-bahan organik
lainnya
•
Mencapai
kedewasaan hingga 2 tahun
•
Berukuran
kecil
•
Beberapa
dapat melompat hingga sejauh 30cm
•
Contoh
Lepisma sp. (kutu buku)
Pterygota
Hemimetabola
•
Archyptera
•
Ciri
Umum
•
Metamorfosis
tidak sempurna
•
Beberapa
jenis mengalami polimorfisme
•
Satu
koloni terdiri atas, ratu, raja, prajurit dan satu raja.
•
Tipe
mulut penggigit
•
Mengonsumsi kayu, tanaman mati, dan lainnya
•
Koloninya
memiliki ukuran beragam dari jumlah ratusan individu, hingga mencapai beberapa
juta individu dalam satu koloni
•
Ratunya
memiliki jangka hidup yang paling panjang diantara serangga lainnya, beberapa
dapat mencapai 50 tahun masa hidupnya
Contoh Reticulitermis flavipes (rayap
•
Orthoptera
•
Ciri Umum
•
Memiliki
dua pasang sayap yang lurus
•
Kaki
belakang yang umumnya kuat
•
Kaki
dapat digunakan untuk meloncat ataupun melangkah
•
Mengalami
metamorphosis tidak sempurna
Contoh Mantis regiosa (belalang
sembah), Locusta migratoria (belalang pedang)
•
Hemiptera
Hemiptera terdiri dari dua kata
yaitu hemi (setengah) dan pteron (sayap)
•
Ciri
Umum
•
Memiliki
sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, tetapi ujungnya tipis
seperti membrane, sayap keduanya tipis dan transparan menyeluruh
•
Mulutnya seperti jarum, digunakan untuk menusuk
jaringan dari makanannya dan menghisapnya
•
Memakan
segala jenis makanan, dari cairan tumbuhan, biji-bijan, serangga lain, hingga
hewan kecil
•
Metamorfosis
tidak sempurna
•
Nimfa
mirip dewasa tetapi tidak bersayap dan lebih kecil
Contoh: Walang sangit, tonggeret,
anggang
Holometabola
•
Memiliki
dua pasang sayap tipis dengan banyak urat yang terlihat seperti jala
•
Mengalami
metamorphosis sempurna
•
Contoh
Myrmeleon frontalis (undur-undur)
•
Coleoptera
Coleoptera meliputi berbagai jenis kumbang,
berasal dari bahasa yunani yang bila disatukan artinya adalah sayap yang
terselubung
•
Ciri
Umum
•
Metamorfosis
sempurna
•
Memiliki
dua pasang sayap, sayap yang disebut elytra yang atas mengeras, dan dapat
berfungsi sebagai pelindung, selain sayap yang mengeras tubuh kumbang termasuk
kepalanya juga mengeras, memiliki mata majemuk
•
Memiliki
habitat yang beragam kecuali dilaut dan di kutub-kutub dunia
•
Makan
tanaman dan fungi, sisa-sisa makhluk hidup, dan juga dapat memakan invertebrate
lainnya, beberapa bahkan dapat memangsa burung, dan mamalia
•
Dapat
menjadi hama, dan juga pengontrol hama (Famili Coccinellidae, mengonsumsi
serangga-serangga hama pertanian)
•
Hymenoptera
Meliputi berbagai jenis lebah, tawon, dan juga
semut, memiliki sayap yang seperti membrane sehingga disebut hymenoptera
•
Ciri
Umum
•
Memiliki
dua pasang sayap
•
Sayap
belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait yang disebut hamuli
•
Betinanya memiliki ovipositor khusus, untuk
memasukkan telur ke dalam inang, ataupun ke tempat-tempat yang tidak dapat
dijangkau pemangsa, namun seringkali ovipositor termodifikasi menjadi alat
penyengat
•
Metamorfosis
sempurna
•
Mulut
pengunyaH, atau proboscis untuk menghisap nectar
Contoh: Apis
mellifera (lebah madu), Vespula
vulgaris (tawon), dan semut
•
Diptera
Meliputi berbagai jenis lalat, termasuk
didalamnya nyamuk, katanya dalam bahasa yunani artinya adalah dua sayap
•
Ciri
Umum
•
Memiliki
satu pasang sayap fungsional untuk terbang, satu pasang sisanya adalah hanya
untuk penstabil dan juga dapat digunakan sebagai detector kecepatan udara.
•
Memiliki
mata faset/majemuk yang cukup besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya
•
Memiliki
antenna yang pendek maupun panjang
•
Makanannya
adalah cairan, menggunakan mulut penghisap
•
Metamorfosis
sempurna
Contoh: Lalat, Nyamuk
•
Siphonoptera
Meliputi kutu dan yang sejenisnya.
•
Ciri Umum
•
Tidak
bersayap
•
Memiliki
mulut yang beradaptasi untuk menembus kulit dan menghisap darah
•
Parasit
eksternal
•
Memiliki
inangnya masing-masing/spesifk
•
Berukuran
kecil sekitar 1-5 mm
•
Kakinya
panjang, kaki belakangnya beradaptasi untuk dapat melompat jauh, secara
vertical sejauh 18cm, secara horizontal sejauh 33 cm, dibandingkan ukuran
tubuhnya, kutu merupakan salah satu binatang yang dapat melompat terjauh.
•
Kaki
belakangnya memilki cakar kuat untuk menempel pada inang
•
Ilmuwan
telah menemukan bahwa ia melompat menggunakan bagian tubuh yang setara dengan
kaki, bukan dengan lutut sebagaimana manusia
•
Tertutupi
oleh sklerit semacam lapisan keras, dapat menahan tekanan, sehingga terkadang
hanya menekan kutu diantara jari tidak dapat membunuh kutu
•
Metamorfosis
sempurna
•
Lepidoptera
Meliputi berbagai jenis kupu-kupu dan juga
ngengat, hingga sekarang sudah ditemukan lebih dari 180.000 spesies dari ordo
Lepidoptera.
•
Ciri
Umum
•
Bersayap
sisik
•
Kupu
adalah species yang tergolong dalam Ordo Lepidoptera
•
Lepidoptera
berasal dari bahasa Latin yang artinya sayap bersisik
•
Dari
ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun
beberapa diantaranya ada yang predator.
•
Serangga
dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
•
Sayap
terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang
berwarna-warni.
•
Pada
kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya
memiliki tipe penggigit.
•
Pada
serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus
maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang
sempurna.
•
Metamorfose
bertipe sempurna (Holometabola)
•
Metamorfosisnya
melalui stadia : telur - larva - kepompong - Imago (dewasa)
Ngengat
•
Ciri
Umum
•
kebanyakan
aktif di waktu malam (nocturnal)
•
Ngengat
hinggap dengan membentangkan sayapnya
•
Ngengat
mempunyai warna sayap cenderung gelap, coklat , kusam atau kelabu
•
Tipe
mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.
•
Tahap
metamorfosisnya sama dengan kupu Holometabola ( metamorfosis sempurna)
•
Jenis
Ngengat sering sebagai hama ( Ulatnya) baik di perkebunan ataupun hutan
•
Bunga
yang mekar di malam hari biasanya bergantung kepada ngengat
(atau kelelawar) untukpenyerbukannya,
Peranan
Insekta
•
Menguntungkan
•
Penyerbukan
tanaman oleh lebah-lebahan Seperti lebah madu (Apis mellifera).
•
Ulat
sutra (Bombyx mori) yang menghasilkan sutra untuk perindustrian tekstil
•
Lebah
yang dapat menghasilkan madu bergizi untuk dikonsumsi (Apis indica)
•
Mata
rantai untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan ekosistem di bumi ini
•
lebah
madu (Aphis mellifera) dimanfaatkan sengatnya untuk terapi berbagai macam
penyakit, dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit,
salah satunya adalah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah
•
Belatung
yang ada di tubuh korban pembunuhan dapat menjadi bukti/klu perihal kapan
korban itu dibunuh
•
Merugikan
•
Insekta
parasite ulat/larva Lepidoptera memakan dedaunan
•
Kumbang
kelapa yang dapat merusak budidaya kelapa
•
Insekta
juga dapat menjadi vektor beberapa penyakit seperti nyamuk Anopheles, Aedes
aegypti, lalat tzetze, lalat tabanus, dll
•
Menyebabkan
penyakit pada tanaman seperti: Nilapervata lugens (wereng)
yang menyebabkan penyait virus tungro, belalang (walang sangit) yang menghisap
cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.
•
Sebagai
parasit pada manusia (mengisap darah). seperti nyamuk, kutu busuk, dan kutu
kepala
•
Dapat
merusak bahan bangunan, seperti rayap dan kumbang kayu
•
Cara
menanggulangi peran insekta yang merugikan bagi manusia terutama hama
•
Menggunakan
insektisida dengan pertimbangan, karena insektisida yang terlalu banyak dapat
mencemari lingkungan dan dapat juga merusak keseimbangan ekosistem
•
Dengan
predator insekta seperti laba-laba
•
Pestisida
biologis dengan racun bt oleh Bacillusthuringiensis
•
Penyemprotan
feromon, feromon dapat menyebabkan respons pada hewan tertentu
Crustacea
Crustacea merupakan
hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. Meliputi
udang-udangan, kepiting, dll
• Ciri umum
•
Sebagian
besar hidup di air
•
Bernapas
dengan insang
•
Tubuhnya
terdiri dari bagian kepala-dada yang bersatu disebut sefalotorak dan perut
•
Memiliki
eksoskeleton yang keras, terdiri dari zat kitin yang berlendir
•
Pada
sefalotorak terdapat lima pasang kaki besar yang berfungsi untuk berjalan
•
Kaki
pertama berukuran leih besar, berfungsi untuk berjalan
•
Tubuhnya
terdiri atas 2 bagian pokok, yaitu Sefalothoraks ( Kepala dan dada yang menyatu
) , dan badan belakang / perut ( Abdomen )
•
Alat
gerak Crustacea berupa kaki (kaki satu pasang dalam setipa ruas di abdomen) dan
berfungsi untuk berenang, merangkak dan menempel di dasar perairan.
•
Setiap
ruas tubuhnya terdapat sepasang kaki
•
Pada
kelapa – dada terdapat sepasang antena, sepasang rahang atas ( Maksila ) , dan
sepasang rahang bawah ( Mandibula )
•
Pada
bagian kepala – dada terdapat 5 pasang kaki ( 1 pasang capit dan 4 pasang kaki
jalan )
•
Pada
bagian kepala dilindungi oleh kulit keras ( Karapas )
•
Dibagian
anterior terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai
•
Badan
belakang pada udang melengkung diakhiri dengan ekor
Sistem Pencernaan Crustacea: Crustacea memiliki alat
pencernaan berupa mulut yang berada di bagian anterior tubuhnya, sedangkan
esofagus, lambung, usus dan anus berada di bagian posterior. Crustacea mempunya
kelenjar pencernaan atau hati yang berada di kepala-dadad di kedua sisi dari
abdomen. Sedangkan untuk sisa pencernaan dibuang di anus, selain itu dibuang
melalui alat ekskresi yang disebut kelenjar hijau yang berada di dalam kepala.
Crustacea memakan hewan-hewan kecil.
Sistem Peredaran
Darah Crustacea: Crustacea disebut dengan peredaran darah terbuka. Peredaran darah terbuka
adalah darah yang beredar tanpa dengan melalui pembuluh darah. Darah tidak
mengandung hemoglobin, melainkan dengan hemosianin dengan daya ikatnya terhadap
O2 (Oksigen) renda.
Sistem Saraf
Crustacea: Susunan
crustacea berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan pada alat indera ialah
antena sebagai alat peraba, statocyst sebagai alat keseimbangan dan mata
majemuk (facet) yang bertangkai
Sistem Pernapasan
Crustacea: Crustacea
bernafas dengan insang. Kecuali dengan Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernapas
di seluruh permukaan tubuhnya.
Sistem Reproduksi
Crustacea: Alat
reproduksi crustacea umumnya terpisah, kecuali pada sebagian crustacea rendah.
Alat kelamin betina terletak di pasangan kaki ketiga. Sedangkan pada alat
kelamin jantan terletak di pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara
ekskternal (diluar tubuh).
Klasifikasi Crustacea
•
Entomostraca
Umumnya kelompok Entomostraca adalah
penyusun zooplankton, yang melayang-layang di dalam air dan sebagai makanan
ikan. Adapun pembagian ordo yang termasuk dalam Entomostraca adalah sebagai
berikut...
•
Branchiopoda, Contohnya adalah Daphnia pulex dan Asellus aquaticus yang disebut dengan
kutu air dan salah satu penyusun zooplankton, dengan perkembangbiakan secara
parthenogenesis
•
Ostracoda, Contoh adalah Cypris candida, codona suburdana, yang hidup di air tawar
dan laut sebagai plankton, dengan tubuh kecil dan dapat bergerak dengan
antena.
•
Copepoda, Contohnya adalah Argulus indicus, Cylops, hidup di air laut dan air
tawar, dan merupakan hewan planton dan parasit dengan segmentasi tubuh yang
jelas.
•
Cirripedia, Contohnya adalah lepas atau bernake, Sacculina yang dengan kepala dan
dada yang ditutupi oleh karapaks yang berbentuk cakram dan hidup di laut dengan
melekat pada batu atau benda lain.
•
Malacostraca
Malakostraca (Udang Tingkat
Tinggi): Malakostraca
adalah hewan dengan kebanyakan hiduip di laut, dan juga di air tawar dengan
tubuh yang terdiri dari sefalotoraks serta perut (abdomen). Malakostraca
terbagi dalam 3 ordo antara lain sebagai berikut...
•
Isopoda, bentuk tubuh pipih, dorsoventral, dengan
berkaki sama. Contohnya Onicus asellus (kutu perahu) dan Limnoria lignorum yang
keduanya adalah pengerek kayu
•
Stomatopoda, Contohnya adalah squilla empusa (udang belalang) yang hidup di laut,
dengan bentuk mirip belalang sembah dan memiliki warna yang mencolok. Di bagian
belakang kepala terdapat karapaks. Kepala yang dilengkapi dengan dua segmen
anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.
•
Decapoda, Contohnya adalah udang dan ketam. Hewan yang mempunyai kaki sepuluh dan
merupakan kelompok dari udang yang memiliki peranan yang penting bagi kehidupan
manusia yang digunakan sebagai sumber makanan kaya akan protein. Contohnya
adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.
Peranan Crustacea
• Manfaat
• Sumber
protein hewani biasanya dari ordo decapoda, untuk dikonsumsi, bergizi, seperti
udang, kepiting, dan lain-lain
• Plankton
yang dapat berguna untuk menjaga keseimbangan ekosistem
• Merugikan
• Parasit
pada ikan
• Merusak
iang-tiang atau kapal oleh bernakel
• Isopoda
menggerek kayu
• Sebagai perusak galangan kapal (perahu) dari
anggota Isopoda
• Sebagai parasit ikan, kura-kura, seperti pada
anggota Cirripedia dan Copepoda
Arachnida
Berasal dari bahasa
yunani yaitu ἀράχνη (aráchnē),
yang berarti “laba-laba”, mencakup lebih dari 100.000 species diantaranya
berbagai jenis laba-laba, kalajengking, tungau, kutu-kutuan, dan lain
sebagainya. Umumnya Arachnoidea bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan
dan tumbuhan.
• Ciri Umum
• Memiliki
delapan kaki, satu pasang kaki terdepan terkadang berubah dan memiliki fungsi
sensorik, beberapa arthropoda juga memiliki bagian tubuh yang membesar dan
terlihat seperti 1 pasang kaki tambahan, seolah-olah memiliki 10 kaki
• Sebagian
besar tinggal di daratan ,tetapi ada juga yang tinggal di air tawar, dan tempat
lainnya.
• Memiliki 1
pasang bagian tubuh di depan yang memiliki fungsi berbeda-beda, seperti untuk
makan, pertahanan, fungsi sensorik
• Bergerak
dengan proses hidraulik dengan tekanan hemolimfa, ada beberapa yang memiliki
otot yang dapat meregangkan sendi-sendi kaki, seperti yang dimiliki oleh
kalajengking
• Di bagian kepala-dada tidak terdapat antena,
namun memiliki sebagian pasang mata tunggal, mulut kelisera dan pedipalpus
• Pernapasan
dengan trakea, dan juga paru-paru buku
• Tubuh
terbagi atas sefalotoraks dan perut yang dibedakan
• Tidak
memiliki antenna
• Memiliki
kelisera (alat sengat) dan pedipalpus
• Alat sengat (chelicera = kelisera), kaki
catut berjumlah sepasang bentuknya merunung, bagian ujung berlubang sebagai
tempat keluarnya racun
• Alat capik (pedipalpus), kaki cakar berjumlah
sepasang berbentuk seperti gunting, dan berfungsi untuk memegang mangsa. pada
laba laba jantan berfungsi menyalurkan sperma ke alat reproduksi betina
• Alat
ekskresi dilengkapi pembuluh malphigi dan kelenjar coxal
• Alat
kelamin jantan dan betina terpisah, pembuahan internal
• Mulut
untuk mengisap serta memiliki racun
Sistem Pencernaan Arachnoidea: Makanan
ditangkap dengan jaringa tepi dan ada juga yang diisap dari inangnya oleh
Arachnoidea yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut
mulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses, dan anus. Alat
pencernaan juga dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang berada di bagian
depan dan hati di bagian abdomen.
Sistem Peredaran Darah Arachnoidea: Peredaran
darah Arachnoida memiliki sistem peredaran darah terbuka dan menggunkana
jantung pembuluh serta arteri. Jantung pembuluh terdiri atas kantung otot yang
mempunyai ostium pada setiap ruas.
Sistem Pernapasan Arachnoidea: Organ
respirasi Arachnoidea adalah dengan paru-paru buku yang beradai di daerah perut
depan.
Sistem Syaraf Arachonidea: Arachnoidea
berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut dengan sistem saraf tangga
tali.
Alat Indera Arachnoidea: Arachnoidea
memiliki depalan buah amta yang secara sederhana dan sepasang pedipalpus yang
fungsinya mirip dengan antena.
Sistem Reproduksi Arachnoidea: Arachnoidea
berkembangbiakan secara seksual yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang
terjadi dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina
terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar. 7
Klasifikasi
Arachnida
• Scorpid
Scorpid atau kala adalah
kelas arachnida yang tertua dari seluruh anggota Arthropoda darat. Mempunyai
perut panjang dengan segmen, dan pada segmen terakhir berubah fungsi sebagai
alat sengat, memiliki kelisera yang kecil dan pedipalpus yang besar
• Ciri Umum
• Memiliki
perut yangberuas-ruas dan ruas terakhir berupa menjadi alat pembela diri
• Mempunyai
pedipalpus yang berbentuk mirip catut yang besar
• Mempunyai
chelisera yang kecil
• Memiliki
sengat
Contoh:
kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) dan Ketonggeng
(Buthus).
• Araneae
Araneae merupakan
kelompok laba-laba, tidak bersegmen, pada bagian paling belakang abdomen
terdapat alat yang disebut spinneret berfungsi untuk mensekresikan
benang-benang yang berguna untuk jarring-jarring perangkap mangsa, sebagai
sarang, dan untuk membentuk pembungkus telur
• Ciri Umum
• Tubuh terdiri dari sefalothoraks dan abdomen.
• Di sefalotoraks terdapat 6 alat tambahan
seperti 1 pasang kalisera yang mengandung racun, 1 pasang pedilpalpus, 4 pasang
kaki jalan.
• Badan tiadk bersegmen
• Memiliki spineret
• Alat ekskresi berupa tabung Maphigi yang menuju ke anus
• Acarina
Acarina
meliputi berbagai jenis tungau dan juga kutu-kutuan. Memiliki tubuh yang tidak
berbuku-buku yang pada umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk
manusia. Contoh jenis Acarina adalah Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes
scabei (cablak kudis), Dermotex folicurum (caplak rambut pada manusia),
Rhipicephalus sanguincus (caplak anjing), Cermanyssus galinae (tungau ayam),
Boophilus annulatus, Trombicula deliensis (tungau), Tarsonemus transhicens
(tungau kuning parasit pada tomat).
• Ciri Umum
• Berukuran kecil
berkisar diantara 1 millimeter, yang terbesar mencapai 2cm
• Terdiri
atas segmen-segmen yang dibagi menjadi dua yaitu prosoma, dan opisthosoma.
Namun, pemisahan antara 2 segmen tidak terlihat dengan jelas, seakan-akan
segmen tersebut hampir menyatu.
• Memiliki 4
pasang kaki.
• Bernafas
menggunakan seluruh permukaan tubuhnya
• Hidup
hampir di setiap habitat termasuk perairan tawar maupun dilaut
• Kebanyakan
parasite
• Mempunyai
mulut yang dapat menusuk dan menghisap.
• Contoh:
Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes scabei (cablak kudis), Dermotex
folicurum (caplak rambut pada manusia), Rhipicephalus sanguincus (caplak
anjing), dll
Peranan Arachnida
Memiliki
peran menguntungkan bagi manusia, . Namun pada hewan-hewan, Arachnida lebih
banyak merugikan teurtama hewan-hewan acarina
• Menguntungkan
• Arachnida
bermanfaat dalam pengendalian populasi serangga terutama pada serangga hama.
Namun pada hewan-hewan,
• Merugikan
• Ektoparasit
pada hewan-hewan ternak (caplak)
• Sarangnya
menyebabkan rumah menjadi kotor (laba-laba)
Myriapoda
Myriapoda (hewan berkaki
banyak) adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda yang
tubuh beruas-ruas dari setiap ruasnya memiliki satu pasang atau dua pasang
kaki. Tubuh yang dibagi-bagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen
(perut). Hewan yang dijumpai berada di daerah tropis yang berhabitat di darat
khususnya yang banyak mengandung sampah seperti kebun dan dibawah
batu-batuan.
• Ciri Umum
• Di bagian
kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal
(ocellus)
• Terdapat
penambahan jumlah segmen yang terjadi di setiap pergantian kulit
• Memiliki
tubuh yang memanjang mirip dengan cacing
• Setiap
segmen tersebut terdapat lubang respirasi yang disebut dengan tentakel
• Memiliki
alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda dengan satu sepasang kaki disetiap
segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda memiliki dua sepasang kaki di
setiap segmen perut, kecuali pada segmen terakhirnya
Sistem Saraf Myriapoda: Sistem
saraf Myriapoda disebut dengan tangga tali dengan alat penerima rangsang yang
berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena digunakan sebagai alat
peraba.
Sistem Pencernaan
Myriapoda: Pencernaan Myriapoda adalah lengkap dan memiliki kelenjar
ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi yang beracun pada segmen
pertama, sedangkan pada Diplopoda bersifat herbivor dengan pemakan sampah dan
daun-daunan.
Sistem Pernapasan Myriapoda: Organ
pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang berada di kanan kiri di
setiap ruas, kecuali di Diplopoda yang terdapat dua pasang di tiap
ruasnya.
Sistem Peredaran Darah Myriapoda: Myriapoda
memiliki peradaran darah yang bersifat terbuka. Organ transportasi yang berupa
jantung dengan panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Di
Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda
terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Dengan darah yang tidak berwarna
merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan dengan hemosianin yang
larut dalam plasma. Dari jatung darah kemudian dipompa ke dalam arteri ke tiap
segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil
bagian dalam peredaran darah).
Sistem Reproduksi Myriapoda: Myriapoda
melakukan reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma
(fertilisasi iinternal). Myriapoda ada yang vivipar dan ovipar.
Sistem Ekskresi Myriapoda: Organ
ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang berugas dengan mengeluarkan
cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).
Chilopoda
Contoh dari kelas Chilopoda adalah Scolopendra
morsitans, dan Lithobius forticatus atau yang mencakup berbagai
macam jenis lipan (kelabang)
• Ciri Umum
• Hewan berbentuk
panjang dan pipih dorsoventral
• Tiap
segmen mempunyai sepasang kaki.
• Kaki pada
segmen pertama menjadi cakar beracun untuk membunuh mangsanya
• Predator
yang mencari makan pada malam hari
• Tubuh agak
gepeng
Terdiri dari kepala dan badan yang beruas-ruas dari 15-73 ruas. dari
setiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di bagian belakang
kepala dan dua segmen terakhirnya.
Diplopoda
Contohnya kaki seribu (Julus nomerensi)
• Ciri Umum
• Mirip
seperti chilopoda, tetapi badan berbentuk panjang silindris
• Tiap
segmen memiliki satu pasang kaki
• Tidak
mempunyai kaki beracun
• Kebanyakan
herbivore
• Dapat
menggulung tubuhnya disaat merasa dalam bahaya
• Pada
umumnya mempunyai 30 pasang kaki atau lebih
• Memiliki
bentuk tubuh yang siinder (bulan memanjang),
• Terdapat
sebagian segmen yang menyatu dengan di setiap segmen terdapat 2 pasang kaki
• Hidup sebagai
karnivora,
• Banyak
dijumpai dibawah serasah, bebatuan, atau dalam tanah dan selalu menghindar dari
cahaya
• Memiliki
gerakan yang lambat dan jika terdapat getaran, tubuhnya akan membentuk
melingkar dengan bentuk spiral atau bola
• Di bagian
kepala terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa
taring bisa
Contoh Julus sp. (keluwing)
Peranan
Myriapoda
• Myriapoda tidak memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan
dianggap mengganggu walau tidak membhayakan. Namun, Myriapoda ternyata memiliki
andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk
humus.



